Puisi - Menikmati Akhir Pekan

"Menikmati Akhir Pekan"

Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia.
Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa.
Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja.
Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati.
Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya.
Mereka tahu apa yang mereka cari.
Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
- M Aan Masyur -
Puisi di atas merupakan salah satu karya puisi dari sastrawan indonesai yaitu M Aan Mansyur. Beliau adalah sastrawan yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan. Merupakan penyair modern yang mulai terkenal semenjak salah satu puisinya yaitu puisi "Tidak Ada New York Hari ini", terdapat di dalam film AADC2 2016. Selain bergelut dalam dunia kesusastraan, ia merupakan sosok relawan di Komunitas Ininnawa dan pustakawan di Katakerja yang gemar memotret. Buku-buku yang telah diciptakannya anata lain : Kukila (2012), kumpulan puisi Melihat Api Bekerja (2015), Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi (2015), Tidak ada New York (2016), Cinta yang Marah (2017), Sebelum Sendiri (2017).

Puisi "Menikmati Akhir Pekan" merupakan salah satu puisi yang ada di Buku Kumpulan puisi Melihat Api Bekerja milik M Aan Mansyur. Puisi tersebut mengambarkan juga membandingkan perbedaan kakter orang-orang zaman sekarang. Saat ini banyak manusia yang memperlihatkan bahwa mereka bahagia dan memiliki kehidupan yang sempurna melalui foto-foto atau video yang mereka bagikan di social media masing-masing, banyak  juga dari mereka yang membicarakan hal-hal yang sebetulnya hanya omong kosong, mereka menjalani hidup dengan penuh kepalsuan hanya untuk mendapat penguakan dan terlihat mengikuti tren, padahal mungkin saja mereka yang seperti itu memiliki masalah besar dalam hidupnya namun mereka tak menyadari. Ini bisa dibuktikan pada bait (Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa.) kata “Aku” disitu ditujukan kepada penyair atau pembaca yang melihat puisi tersebut dari sudut pandang yang sama, yaitu tentang kebosanan yang luar biasa akan orang-orang yang menjalani hidup dengan kepalsuan. Banyak orang yang mengumbar tawa kesana-kemari, berperilaku dan melakukan hal-hal yang mungkin tidak ingin dilakukan, dan mereka lupa bahwa hidup akan lebih indah dan nyaman jika kita menjalaninya dengan apa adanya seperti anak kecil yang selalu berperilaku dan bertutur kata dengan jujur. Hal ini dapat dilihat pada bait (Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.)


Lalu pada bait (Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari.  Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.) menggambarkan bahwa orang-orang yang sedang patah hati atau sedih lebih bisa bersikap jujur pada kehidupan mereka, mereka tahu apa yang sedang mereka alami dan harus bagaimana menyikapinya.


Dari uraian di atas terdapat permasalahan yang mucul, yaitu apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi orang-orang di zaman sekarang yang lebih memilih hidup dengan kepalsuan dibandingkan dengan kejujuran dan apa adanya, apa yang melatarbelakanginya dan apa saja dampak yang akan terjadi jika seseorang terus menjalani hidup yang seperti itu.

Komentar

Postingan Populer