Sosiologi Sastra
Sosiologi sastra adalah pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Di dalamnya diterapkan bahwa sosiologi sastra meneliti suatu karya sastra berdasarkan pemahaman terhadap totalitas karya sastra yang disertai dengan aspek-aspek kemasyarakatan yang terkandung didalamnya. Ratna (2013: 2)
Jadi, sosiologi sastra itu adalah ilmu yang dapat memahami sebuah karya sastra dengan meneliti aspek-aspek sosial yang ada di dalam karya sastra itu sendiri.
Salah satu pendekatan sosiologi sastra menurut M. H Abrams yaitu pendekatan objektif, yang artinya adalah pendekatan yang mendasarkan pada suatu karya sastra secara keseluruhan. Pendekatan yang dilihat dari eksistensi sastra itu sendiri berdasarkan konvensi sastra yang berlaku. Konvensi tersebut misalnya, aspek-aspek intrinsik sastra yang meliputi kebulatan makna, diksi, rima, struktur kalimat, tema, plot, setting, karakter, dan sebagainya. Yang jelas penilaian yang diberikan dilihat dari sejauh mana kekuatan atau nilai karya sastra tersebut berdasarkan keharmonisan semua unsur-unsur pembentuknya. Karena patokan pendekatan objektif sudah jelas, maka sering sekali pendekkatan ini di sebut dengan pendekatan struktural.
Sumber :
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://journal2.uad.ac.id/index.php/genre/article/download/1061/587%23:~:text%3DSosiologi%2520karya%2520sastra%2520adalah%2520kajian,sosial%2520yang%2520hidup%2520dalam%2520masyarakat.&ved=2ahUKEwjQt_WNxMPsAhVf4nMBHUEnBx4QFjACegQIDhAF&usg=AOvVaw3-ANaSRGFity7QVGUCkNT2

Komentar
Posting Komentar