Theorie et Analyse de la Litterature Française

Rangkuman dan penjelasan mengenai Tableau movement litterature français.

Pada abad 16, mucul aliran humanisme. Humanisme adalah aliran yang berkaitan tentang kehidupan sosial, pada masa itu manusia mulai terbebas dari abad kegelapan atau abad petengahan, dorongan akan ilmu pengetuan, dan penyebaran segala bentuk seni. Karya sastra mulai lebih berkembang seperti Novel, Esai, Puisi dll. Penulis pada abad ini memggunakan kalimat dan maksim, mengutip dari al-kitab dan bacaan terdahulu. T. More (L'Utopie 1516), Erasme (Eloge de la folie, 1509), Rabelais (Pantagruel, 1532, Garngantua, 1534), Montaigne (Essais, 1580-1508) Mereka adalah penulis beserta karyanya di abad 16.

Pada abad 17 terdapat dua aliran yaitu yang pertama Barok, Barok adalah konsepsi artistik yang muncul pada akhir abad 16. Pada abad ini, ditandai oleh perang agama dan keyakinan akan ketidakpastian masa depan manusia. Terjadi ilusi dan ketidakstabilan, penyamaran atau permainan identitas, dan ketakutan akan tidak adanya kedamaian. Penulis pada abad menggunakan antitesis, hiperbola dalam teater dan kompleksifikasi plot romatis. D'Urfé (L'Astrée, 1607-1619), D'Aubigné (Les Traguques 1616), Corneille (L'illusion comique 1636), Viau (Oeuvres, poétique 1621) Mereka adalah penulis beserta karyanya. Lalu yang kedua ada Klasisisme, adalah estetika dan harapan manusia yang diwaliki oleh para penulis paruh kedua abad ke 17, sebagai reaksi terhadap Barok, Klasisisme menciptakan model yang didasarkan genre sastra yang jelas dan ketat dengan menggunakan gaya yang sederhana dan alami. Mendidik pembaca dan penonton, sambil menghibur mereka, menemukan kealamian dan universalitas karakter dan hasrat, menetapkan dan menghormati aturan ketat untuk setiap genre sastra. Teater, dongeng, dan potret yang menggambarkan analisis moral dan psikologis. Terdapat lukisan karakter manusia, keinginan dan perasaan, konfrontasi individu dengan batasan sosial, politik dan moral. Penulis lebih menggunakan maksim, paralelisme dan simetri. Corneille (Le Cid, 1637), Raci ne (Andromaque, 1667), Molière (L'Avare, 1668), La Fontaine (Fables, 1668-1693), La Bruyère (Les Caractères, 1688) Mereka adalah penulis beserta karya-karya nya pada abad 17.

Abad 18 disebut sebagai abad pencerahan. Para penulis pada abad ini berkomitmen untuk menyebarkan pengetahuan dan mengenalkan latihan nalar juga melawan despotisme. Mereka menolak kebenaran yang dipaksa oleh otoritas agama atau kegelapan dalam politik. Menyebarkan pengetahuan sains dan teknologi dan membela nilai-nilai kebebasan dan kesetaraan adalah tujuan utamanya. Karya berupa esai, pamflet, surat-surat filosofis, kamus, kisah filosofis, dan novel mulai bemunculan. Adanya bentuk-bentuk fanatisme dan takhayul, tinjauan kritis terhadap prasangka dan adat istiadat, toleransi dan pengakuan yang ideal terhadap orang lain. Montesquieu (Lettres persanes, 1721), Voltaire (Candide, 1759), Rousseau (Du contrat social, 1762) Diderot (Encyclopédie, 1751-1772) Beaumarchais. Mereka adalah penulis beserta karya sastranya.

Abad 19, ada 4 aliran yang terjadi di abad ini yaitu Romantisme, Realisme, Naturalisme dan Simbolisme. Yang pertama adalah Romantisme, Romantisme adalah gerakan sastra dan artistik juga melanggar aturan klasik, rasa dan keindahan. Romantisisme menuntut kepekaan baru berdasarkan pengagungan perasaan, cita rasa masa lalu, mimpi, pembelaan orang-orang yang. Dengan demikian bertentangan dengan rasa dan tradisi klasik. Genre sastra bebas dari aturan ketat yang ditetapkan oleh tradisi, mengungkapkan perasaan dan penderitaan mendalam individu, menemukan kembali harmoni diri dengan dunia melalui persekutuan dengan alam. Contohnya Autobiografi, drama, novel, dan cerita pendekm Karya sastra pada abad ini dipengaruhi oleh kesepian diri, khawatir dan memberontak, melankolis dan dihuni oleh nostalgia masa lalu. Lamartine (Meditations poetic, 1820), Hugo (Hernani, 1830), Musset (Lorenzaccio, 1834), Chateaubriand (Mémoi-res d'Outre-tomb, 1848) Mereka adalah penyair romatisme terkenal pada masa nya. Yang kedua adalah Realisme, ini adalah reaksi artistik yang melawan idealisme dan lirik romantisisme. Mereka mewakili semua lingkaran sosial. Adanya penolakan segala bentuk idealisasi realitas ekonomi dan sosial yang membawa individu menuju kesuksesan, membongkar mekanisme ekonomi dan sosial yang membawa individu menuju kesuksesan atau kegagalan. Novel dan cerita pendek adalah karya yang paling banyak pada abad ini. Pembelajaran tentang kehidupan, pusat bisnis & kesenangan, kekuatan uang dan kekuatan politik, dan tingkat bahasa disesuaikan dengan situasi. Balzac (La Comédie humaine, 1842 1848), Stendhal (Le Rouge et le Noir 1830), Flaubert (Madame Bovary, 1857), Maupassant (Une vie, 1883) adalah penulis dan karya-karyanya. Yang ketiga adalah Naturalisme, Naturalisme lahir dari pengaruh sains, pengobatan eksperimental dan awal mula psikiatri. Mengandalkan penemuan sains, para penulis naturalis mengubah dalam novel hukum hereditas dan lingkungan pada individu. Mereka adalah bagian dari kesinambungan kaum realis. Berfokus pada pengaruh konteks keluarga, menggambarkan kejahatan sosial (prostitusi, alkoholisme) yang merupakan ancaman bagi masyarakat. Karya sastra nya berupa Novel, cerita pendek + adaptasi karya fiksi ke teater. Zola (Les Rougon-Macquart (1871-1893), Goncourt (Germinie Lacerteux,1865) adalah penulis beserta karya naturalisme. Yang terakhir ada Simbolisme atau bisa disebut Sekolah puisi yang lahir dari puisi Baudelaire. Sebagai reaksi melawan naturalisme.  misi untuk menyarankan keberadaan. Penulis Simbolis memberikan dirinya sebagai alam semesta yang superior dan tak terlihat di mana dunia nyata hanyalah refleksi. Dengan demikian ia bertentangan dengan realisme dan ideologi sains dan kemajuan. Menciptakan kembali korespondensi antara bahasa, dunia seni, dan alam. Bertujuan untuk mengerahkan kekuatan yang menggugah dan sugestif atas imajinasi pembaca. Laforgue (Les Verlaine (Sagesse, 1880), Mallarmé Complaintes, 1885) adalah beberapa penulis beserta karya sastranya.

Abad 20, terdapat tiga aliran pada abad ini, yaitu yang pertama Surealisme, ini adalah gerakan artistik yang lahir pasca Perang Dunia dalam perpanjangan Apollinaire dan Dada Sekitar 1924-1969 Surealisme berupaya menciptakan bahasa puitis yang mengekspresikan kekuatan impian dan keinginan. Breton dan Soupault (Les Champs magnėti- libre .. ques, 1919), Eluard (L'amour la poèsie, 1929), Aragon (Le Paysan de Paris, 1926) Breton (Nadja, 1928), Desnos (Corps Biens 1930) adalah beberapa penulis dan karyanya.  Yang kedua ada Eksistensialisme, penulis absurd mewakili citra tragis manusia, ditakdirkan untuk kesendirian dan dihadapkan dengan alam semesta tanpa makna, kesia-siaan tindakan manusia. Karya pada masa ini memikiki permainan bahasa: permainan kata, klise, campuran ejekan dari komik.Sartre (La Nausée, 1938; Huis Clos, 1944), Camus (Orang asing, 1942), Ionesco (La cantatrice chauve, 1950: Le roi se meurt, 1962), Beckett (Waiting for Godot, 1953), Adamov (Le ping-pong, 1955) adalah penulis dan karya sastranya. Yang terakhir ada Roman Baru, berasal dari serangkaian karya romantis yang ditandai dengan dekonstruksi novel tradisional. Le Nouveau Roman menolak perkembangan plot dan psikologi dari novel tradisional. Mereka erusaha menciptakan bentuk naratif asli. Robbe-Grillet (Les Gommes, 1953), Butor (La Modification, 1957), Sarraute (Le Planétarium, 1959), Duras (Le Ravisse- Ment oleh Lol V. Stein, 1964) mereka adalah penulis dan karyanya.

Komentar

Postingan Populer